Senin, 14 Oktober 2019

Pasar Industri dan Pasar Konsumen by Sapta Satria Utama

Nama           : Sapta Satria Utama
NPM            : 16216830
Kelas            : 4EA02
Mata Kuliah  : Manajemen Pemasaran Era Revolusi Industri #

Hallo, nama saya Sapta Satria Utama mahasiswa dari kelas 4EA02 ingin membahas mengenai pasar industri dan pasar konsumen. Sebelum memulai pembahsan, saya ingin membahas lebih dahulu dasar dari arti pasar itu sendiri.  Sebenarnya apa sih arti dari pasar itu sendiri? Pengertian Pasar adalah sebuah tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual-beli, baik itu barang ataupun jasa. Pasar tidak memiliki batas geografis sehingga definisi pasar tidak pernah merujuk pada sebuah tempat atau lokasi tertentu. Selain itu, kehadiran internet juga telah membuat pengertian pasar saat ini semakin luas dan semakin berkembang.

Pada dasarnya, kita telah mengetahui ada berbagai macam pasar dan jenisnya, namun dalam hal ini kita akan membahas mengenai pasar industri dan pasar konsumen, dengan 4 pokok pembahasan yaitu: 

1. Apa yang dimaksud dengan pemasaran industri dan juga pemasaran konsumen?
2. Pemasaran industri vs pemasaran konsumen
3. Ruang lingkup pemasaran industri
4. Karakteristik permintaan industri.

Untuk minggu ini, saya akan membahas 4 pokok diatas
========================================================================

Pemasaran industri dikenal juga dengan pemasaran industrial. Pemasaran industri berbeda dengan pemasaran produk konsumsi terutama dalam hal penggunaaan produk dan konsumen yang dituju, dimana pemasaran industri mengarahkan produknya pada perusahaan yang akan menjual kembali produk tersebut, perusahaan yang membeli produk produk untuk membantu proses produksinya, dan lembaga atau organisasi yang membeli produk  untuk membantu kegiatan operasionalnya

Adapun pemahaman mengenai pemasaran konsumen sebagai berikut pemasaran merupakan kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan atau jasa, menetapkan harga seperti contohnya list price dan maximum retail price (MRP) yang mendistribusikannya, serta mempromosikannya melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.

Pemasaran industri vs pemasaran konsumen dari pengertian di atas dapat kita lihat melalui perbedaan dari kedua pemasaran tersebut. Dimana perbedaannya dapat kita lihat dari segi karakteristik pelayanannya pada pemasaran industri sangat mementingkan pelayanan, waktu pengiriman dan ketersediaan, sedangkan pemasaran konsumen tidak terlalu mementingkan pelayanan, waktu pengiriman dan ketersediaan.

Berikut dapat kita lihat dari segi harga dimana pada pemasaran industri dapat dilihat dari lelang kompetitif dan negosiasi, serta pada pemasaran konsumen dapat kita lihat dari list price dan maximum retail price (MRP). Dari kedua perbedaan karakteristiknya dapat kita lihat baik pemasaran industri dan pemasaran konsumen mempunyai fungsi dan peran dalam pembangunan ekonomi di indonesia yang lebih baik lagi kedepannya.

Ruang lingkup pemasaran industri dapat kita lihat melalui lingkungan dari pemasaran industri tersebut, yang dimana lingkungan yang tidak dapat dikendalikan atau diatur oleh manajeman perusahaan merupakan lingkungan eksternal perusahaan seperti faktor ekonomi, kebijakan pemerintah, kebudayaan, sosial, persainagn, dan teknologi. Hampir sama dengan pengelompokan lingkungan diatas, membagi lingkungan menjadi tiga kelompok yaitu :

1) Lingkungan fisik dan ekologi yaitu bagaimana perusahaan dapat menjaga lingkungan industi dengan cara tidak merusak lingkungan dengan bahan berbahaya dari limbah industi tersebut.
2) Lingkungan internal yaitu mengindentifikasi secara priodik kekuatan dan kelemahan perusahaan.
3) Lingkungan eksternal yaitu mengidentifikasi peluang dan ancaman bagi perusahaan. Lingkungan eksternal yang akan dianalisis akan dibagi menjadi dua bagian yaitu Lingkungan mikro dan lingkungan makro.

Karakteristik permintaan industri dapat kita lihat dari ketiga permintaan di bawah ini:
a) Permintaan Turunan (Derived Demand). Kulit binatang dibeli oleh perusahaan karena ada yang menginginkan sepatu kulit. Sehingga permintaan pasar atas barang jasa industri pada akhirnya berasal dari permintaan atas barang konsumsi.
b) Permintaan Inelastik. Permintaan total atas banyak barang industri dan jasa tidak banyak dipengaruhi oleh perubahan harga. Misalnya pabrik sepatu kulit tidak akan membeli kulit dalam jumlah besar hanya karena harga kulit sedang turun, begitu juga sebaliknya, kecuali mereka mendapatkan pengganti atas kulit yang memadai.
c) Permintaan Berfluktuasi. Permintaan atas barang industri dan jasa cenderung lebih mudah berubah daripada barang konsumsi, terutama pada permintaan mesin-mesin dan peralatan baru. Kenaikan persentase tertentu dari permintaan barang konsumsi dapat mengakibatkan kenaikan dalam jumlah persentase yang jauh lebih besar dalam permintaan atas mesin dan peralatan. Ekonom menyebutnya sebagai prinsip percepatan (acceleration principle).

======================================================================
Daftar Pustaka

1. http://rhynanana.blogspot.com/2014/04/pemasaran-industri.html
2. https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/pengertian-pasar.html
3. https://www.slideshare.net.mobille
4. https://www.google.com/amp/s/ratrianicp.wordpress.com/2014/04/14/pengertian-konsep-dan-lingkup-pemasaran/amp/
5. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pasar_industri

Kamis, 09 Mei 2019

Pedoman penulisan Daftar Pustaka yang Baik dan Benar

Penulisan Untuk Materi Kuliah Pertemuan Minggu ke 17 (Mata Kuliah : Etika Bisnis# )



Nama  : Sapta Satria Utama

NPM   : 16216830

Kelas  : 3EA02

Jenis    : Penulisan (Etika Bisnis# Pertemuan Minggu ke 17)

Hallo nama saya Sapta Satria Utama, umur 21 tahun. Dalam tulisan kali ini saya akan menceritakan pedoman penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar untuk Penulisan Ilmiah baik Skripsi,Tesis ataupun lainnya untuk seluruh mahasiswa khususnya untuk Mahasiswa Gunadarma. Bagi yang belum sidang silahkan perhatikan langkah-langkah apa saja yang harus di persiapkan dan dilakukan biar meminimalisir terjadinya revisi setelah sidang.

Dalam penulisan suatu karya ilmiah, kita dituntut untuk menyajikan informasi dengan disertai sumber yang benar. Tuntutan menyajikan informasi dengan sumber yang benar itulah yang membuat penulisan daftar pustaka dibutuhkan bahkan diwajibkan. Nah, dalam kiriman ini, akan dibahas tentang cara menulis sumber kutipan dan daftar pustaka, serta contohnya!

Daftar pustaka yaitu daftar yang berisi tentang semua buku atau tulisan yang dijadikan acuan atau landasan dalam penelitian. Ada beberapa manfaat pencantuman daftar pustaka atau catatan kaki, baik bagi penulis, pembaca atau penyumbang data/sumber yang diambil, yaitu:

1. memenuhi etika penulisan;
2. sebagai ucapan terima kasih penulis kepada penyumbang data;
3. sebagai pendukung ide seorang penulis karena biasanya sumber yang diambil ditulis oleh pakar yang terkenal;
4. sebagai petunjuk untuk melacak kebenaran data yang diambil;
5. sebagai referensi silang, yaitu menunjukkan pada halaman atau bagian mana data itu diambil.

Tujuan penulisan sumber kutipan dan daftar pustaka:

1. Agar terhindar dari tuduhan penjiplakan (plagiarism)
Salah satu fungsi kutipan adalah untuk menguatkan atau mendukung tulisan ilmiah Anda. Oleh karena itu, Anda harus mencantumkan sumber kutipan Anda secara singkat di bagian akhir setelah kalimat kutipan atau tepat sebelum kalimat kutipan (paling dekat dengan kalimat kutipan) dan menuliskan sumbernya secara lengkap pada daftar pustaka. Dengan melakukan ini sebenarnya Anda sedang menghindarkan diri dari masalah di kemudian hari terkait dengan mengambil hak cipta karya tulis seseorang tanpa ijin.

2. Menghargai penulis sebelumnya
Ketika Anda menuliskan secara lengkap sumber kutipan dan daftar pustaka, sebenarnya Anda sedang menghargai orang yang mempunyai ide tersebut. Selain itu, juga pengakuan bahwa teks pada bagian tersebut adalah dari ide, argumen, dan atau analisa orang lain.

3. Membantu pembaca yang ingin tahu lebih dalam mengenai sumber kutipan
Salah satu manfaat dari menuliskan sumber kutipan dan daftar pustaka secara lengkap adalah membantu pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam tentang kutipan tersebut. Kadang-kadang pembaca tertarik untuk membaca lebih dalam tulisan yang Anda kutip. Dengan demikian, pembaca dapat menelusuri informasi dari sumber kutipan dan kemudian mendapatkan rincian lengkapnya pada daftar pustaka.



Penulisan Sumber Kutipan
Berdasarkan cara mengutipnya, kutipan dibedakan menjadi 2 jenis (Universitas Kristen Petra, 2008) yaitu:

1. Kutipan tidak langsung
Yaitu penulis mengambil ide orang lain, kemudian merangkainya dengan kalimat sendiri. Hal ini berarti penulis tidak menulis sama persis dengan kalimat asli yang dikutip. Penulis merangkai dan merangkum kalimat berdasarkan artikel atau sumber lain.

2. Kutipan langsung
Yaitu menulis ulang ide orang lain sesuai dengan aslinya. Hal ini berarti penulis langsung menggunakan teknik copy lalu paste tanpa mengubah kalimat aslinya.Ada dua jenis kutipan langsung, yaitu kutipan langsung panjang dan kutipan langsung pendek. Kedua kutipan ini berbeda cara menuliskan dan syaratnya.

a. Kutipan langsung pendek

Syarat:

i. APA Style(American Psychological Association)
Jika panjang kalimat yang dikutip tidak lebih dari 40 kata.

ii. MLA Style (Modern Language Asociation)
Jika panjang kalimat yang dikutip tidak lebih dari 4 baris

Cara menuliskan: Kutipan langsung pendek dituliskan menjadi satu dalam paragraf karya tulis Anda, tambahkan tanda petik pada kutipan sehingga tanda petik ini menjadi pemisah antara kalimat Anda dengan kalimat kutipan. Sumber kutipan ditulis sedekat mungkin dengan kalimat kutipan.

b. Kutipan langsung panjang

Jenis kutipan ini dikenal juga dengan istilah block quote. Syarat:

a) APA Style(American Psychological Association)

Jika panjang kalimat yang dikutip lebih dari 40 kata.

b) MLA Style (Modern Language Asociation)

Jika panjang kalimat yang dikutip lebih dari 4 baris

Cara menuliskan: Sesuai dengan istilah yang mengikutinya, yaitu dengan cara membuat blok kalimat yang dikutip tanpa tanda petik, ukuran font, dan spasi sesuai dengan karya tulis tetapi ditulis menjorok/masuk 1 cm (5 spasi) dari batas margin kiri tulisan Anda. Oleh karena kalimat yang dikutip ini tergolong banyak/panjang maka kalimat kutipan dipisahkan dari kalimat Anda.

Selanjutnya, berikutlah tata cara penulisan dan contoh daftar pustaka dibagi berdasarkan sumbernya:

A. Penulisan Daftar Pustaka dari Sumber Buku
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis daftar pustaka dari sumber buku. Namun, hal paling utama adalah memperhatikan urutan dan tanda bacanya. Berikut adalah urutan sebuah referensi dari buku. 

1. Nama

Nama penulis ditulis paling awal. Ingatlah untuk selalu menuliskan nama belakang penulis terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan tanda koma (,) setelah itu cantumkan nama depan dan tengah penulis buku tersebut. Jika buku tersebut merupakan karya dari dua penulis atau lebih, hanya penulis pertama yang urutan namanya dibalik. Penulis kedua dan seterusnya berada setelahnya dengan urutan yang sesuai nama aslinya. Jika pada buku tersebut nama penulis dicantumkan lengkap dengan gelar pendidikan atau gelar lain, gelar-gelar tersebut tidak perlu dituliskan.

Jika dalam buku yang diacu itu tercantum nama editor, penulisannya dilakukan dengan menambahkan singkatan (Ed.).

Contoh:
• Mahaso, Ode (Ed.). 1997.

Jika pengarang terdiri dari dua atau tiga orang, nama pengarang dituliskan semuanya dengan ketentuan nama orang pertama dibalik sedangkan nama orang kedua dan ketiga tetap. Di antara kedua nama pengarang itu digunakan kata penghubung “dan”.

Contoh:
• Sumardjan, Selo dan Marta Susilo.
• Kusmadi, Ismail. Dini A., dan Eva R.

Jika lebih dari tiga orang, ditulis nama pengarang pertama yang dibalik lalu ditambahkan singkatan “dkk” (dan kawan-kawan) atau et all.

Contoh:
• Kartika, Salma dkk.
• Susan, Alberta et. all.

Jika beberapa buku ditulis oleh seorang pengarang, nama pengarang cukup ditulis sekali pada buku yang disebut pertama. Selanjutnya cukup dibuat garis sepanjang 10 ketukan dan diakhiri dengan tanda titik. Setelah nama penga-rang, cantumkan tahun terbit dengan dibubuhkan tanda titik. Jika tahunnya berbeda, penyusunan daftar pustaka dilakukan dengan urutan berdasarkan yang paling lama ke yang paling baru.

Contoh:
• Keraf, Gorys. 1979.
• _________ . 1982.
• _________ . 1984.

Jika diterbitkan pada tahun yang sama, penempatan urutannya berdasarkan pola abjad judul buku. Kriteria pembedaannya adalah setelah tahun terbit dibubuhkan huruf, misalnya a, b, c tanpa jarak.

Contoh:
• Bakri, Oemar. 1987a.
• __________ . 1987b.

2. Tahun Terbit

Setelah nama, cantumkan tahun terbit dari buku yang teman-teman gunakan sebagai referensi. Jangan terkecoh pada angka tahun cetakan awal sebab bisa saja buku yang kamu pakai merupakan cetakan kedua, ketiga, ataupun terakhir.

3. Judul Buku

Tuliskan judul bukumu secara lengkap. Jangan lupa, penulisan judul dibuat dengan italic (miring).

4. Kota dan Nama Penerbit

Bagian terakhir dalam penulisan daftar pustaka sebuah buku adalah mencantumkan kota penerbitan dan nama penerbit yang mencetak buku tersebut. Dahulukan penulisan nama kota, baru diikuti dengan nama penerbit yang dibatasi dengan tanda titik dua (:).

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah tanda batas dari tiap urutan. Pastikan teman-teman menggunakan tanda titik (.) untuk membatasi urutan nama, tahun terbit, judul buku, hingga kota dan nama penerbit.

Contoh Daftar Pustaka dari Buku

Data Buku:
Judul : Family Medical Care Volume 4
Penulis : Dr. John F. Knight
Penerbit : Indonesia Publishing House
Kota Penerbit : Bandung
Tahun Terbit : 2001

Cara Penulisan:
Knight, John F. 2001. Family Medical Care Volume 4. Bandung: Indonesia Publishing House.

B. Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel dalam Jurnal, Koran, atau Majalah
Tidak berbeda jauh dengan penulisan dari sumber berupa buku, teman-teman pun perlu mencantumkan nama penulis, tahun terbit, judul artikel, hingga kota dan nama penerbit. Hanya saja, ada perbedaan penulisan untuk beberapa urutan tersebut, yakni sebagai berikut.

1. Nama
Pastikan nama yang teman-teman tulis dalam daftar pustaka artikel tersebut adalah penulis artikelnya, bukan editor dari jurnal, koran, ataupun majalah yang menjadi sumber referensi.

2. Judul
Dahulukan penulisan judul artikel yang menjadi sumber referensi. Penulisan tidak dengan format italic, melainkan tegak lurus dengan pemberian tanda kutip (“) pembuka dan penutup. Setelah itu, lanjutkan dengan penulisan sumber jurnal ataupun majalah yang memuat artikel tersebut. Penulisan nama jurnal, majalah, atau koran baru dicetak miring. Ikutkan di halaman berapa artikel tersebut dimuat yang ditulis dalam tanda kurung [(…)].

Contoh Penulisan Daftar Pustaka dari Artikel Jurnal

Data Artikel:

Judul Jurnal : Sirok Bastra: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan Volume 1
Judul Artikel : Bahasa Indonesia dalam Informasi dan Iklan di Ruang Publik Kota Pangkalpinang
Penulis : Umar Solikhan
Penerbit : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Kota Terbit : Pangkalpinang
Tahun Terbit : 2013 


Cara Penulisan:
Solikhan, Umar. 2013. “Bahasa Indonesia dalam Informasi dan Iklan di Ruang Publik Kota Pangkalpinang” dalam Sirok Bastra: Jurnal Kebahasaan dan Kesastraan Volume 1 (hlm. 123-129). Pangkalpinang: Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Contoh Jika Majalah sebagai Acuan
Jika majalah menjadi sumber acuan, kita harus memperhatikan unsur-unsur beserta urutannya yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka sebagai berikut:

· nama pengarang,

· tahun terbit,

· judul artikel,

· judul majalah,

· bulan terbit (kalau ada),

· tahun terbitan yang keberapa (kalau ada),

· tempat terbit.

Contoh:

Nasution, Anwar. 1975. “Sistem Moneter Internasional”. Dalam Prisma, Desember, IV. Jakarta.

Paranggi, Umbu Landu. 2006. “Puisi: Bagian Terpenting dari Darah Hidupku” dalam Horison Majalah Sastra. Jakarta: PT Metro Pos.

Contoh Jika Surat Kabar sebagai Acuan
Jika surat kabar menjadi sumber acuan, kita harus memperhatikan unsur-unsur beserta urutannya yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka sebagai berikut:

· nama pengarang,

· tahun terbit,

· judul artikel,

· judul surat kabar,

· tanggal terbit, dan

· tempat terbit.

Contoh:

Tabah, Anton. 1984. “Polwan semakin efektif dalam Penegakan Hukum”. Dalam Sinar Harapan, 1 September 1984. Jakarta.

Contoh Jika Antologi sebagai Sumber Acuan
Jika antologi menjadi sumber acuan, kita harus memperhatikan unsur-unsur beserta urutannya yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka sebagai berikut:

· nama pengarang,

· tahun terbit karangan,

· judul karangan,

· nama penghimpun (Ed.),

· tahun terbit antologi,

· judul antologi,

· tempat terbit, dan

· nama penerbit.

Contoh :

Kartodirjo, Sartono. 1977. “Metode Penggunaan Dokumen”. Dalam Koentjaraningrat (Ed.). 1980. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

Demikianlah cara penulisan sumber kutipan dan daftar pustaka serta contoh-contohnya. Semoga cara penulisan dan contoh-contoh daftar pustaka di atas dapat membantu para penulis dan calon penulis dalam proses menulis buku, sehingga proses penulisan dapat lebih cepat dan mudah.



Senin, 22 April 2019

Pengalaman Liburan Pas Semester 5 Hari Kesepuluh

Penulisan Untuk Materi Kuliah Pertemuan Minggu ke 16 (Mata Kuliah : Etika Bisnis# )

Nama  : Sapta Satria Utama
NPM   : 16216830
Kelas  : 3EA02
Jenis    : Penulisan (Etika Bisnis# Pertemuan Minggu ke 16)

Hai Guys kali ini aku ingin sharing pengalaman aku main FIFA Online 3 pas liburan nih. Untuk hari kesepuluhnya aku bermain game kesayanganku cuman buat latihan saja . Untuk cuplikannya, yuk nonton videonya dibawah ini guys. CEEEEKIIIDOOOT!!!



Gimana tanggapan kalian? Seru tidak matchnya ? Next time bakal ada pengalaman seru lainnya, jadi staytune di blogkuh yaaaak. Jangan lupa subscribe channelkuuh juga. Thank youuu and See youuuu

Pengalaman Liburan Pas Semester 5 Hari Kesembilan

Penulisan Untuk Materi Kuliah Pertemuan Minggu ke 15 (Mata Kuliah : Etika Bisnis# )

Nama  : Sapta Satria Utama
NPM   : 16216830
Kelas  : 3EA02
Jenis    : Penulisan (Etika Bisnis# Pertemuan Minggu ke 15)

Hai Guys kali ini aku ingin sharing pengalaman aku main FIFA Online 3 pas liburan nih. Untuk hari kesembilan, aku bermain game kesayanganku dan pas hari itu aku senang sekali karena bisa memenangkan pertandingan dengan skor yang cukup telak . Untuk cuplikannya, yuk nonton videonya dibawah ini guys. CEEEEKIIIDOOOT!!!


Gimana tanggapan kalian? Seru tidak matchnya ? Next time bakal ada pengalaman seru lainnya, jadi staytune di blogkuh yaaaak. Jangan lupa subscribe channelkuuh juga. Thank youuu and See youuuu


Pengalaman Liburan Pas Semester 5 Hari Kedelapan

Penulisan Untuk Materi Kuliah Pertemuan Minggu ke 14 (Mata Kuliah : Etika Bisnis# )

Nama  : Sapta Satria Utama
NPM   : 16216830
Kelas  : 3EA02
Jenis    : Penulisan (Etika Bisnis# Pertemuan Minggu ke 14)

Hai Guys kali ini aku ingin sharing pengalaman aku main FIFA Online 3 pas liburan nih. Untuk hari keempatnya aku bermain game kesayanganku. Walaupun terkadang bosen, aku suka sekali memainkan game ini :) . Untuk cuplikannya, yuk nonton videonya dibawah ini guys. CEEEEKIIIDOOOT!!!

Gimana tanggapan kalian? Seru tidak matchnya ? Next time bakal ada pengalaman seru lainnya, jadi staytune di blogkuh yaaaak. Jangan lupa subscribe channelkuuh juga. Thank youuu and See youuuu

Pengalaman Liburan Pas Semester 5 Hari Ketujuh

Penulisan Untuk Materi Kuliah Pertemuan Minggu ke 13 (Mata Kuliah : Etika Bisnis# )

Nama  : Sapta Satria Utama
NPM   : 16216830
Kelas  : 3EA02
Jenis    : Penulisan (Etika Bisnis# Pertemuan Minggu ke 13)

Hai Guys kali ini aku ingin sharing pengalaman aku main FIFA Online 3 pas liburan nih. Untuk hari ketujuh , aku bermain game kesayanganku selama seharian  . Untuk cuplikannya, yuk nonton videonya dibawah ini guys. CEEEEKIIIDOOOT!!!




Gimana tanggapan kalian? Seru tidak matchnya ? Next time bakal ada pengalaman seru lainnya, jadi staytune di blogkuh yaaaak. Jangan lupa subscribe channelkuuh juga. Thank youuu and See youuuu

Pengalaman Liburan Pas Semester 5 Hari Keenam

Penulisan Untuk Materi Kuliah Pertemuan Minggu ke 12 (Mata Kuliah : Etika Bisnis# )

Nama  : Sapta Satria Utama
NPM   : 16216830
Kelas  : 3EA02
Jenis    : Penulisan (Etika Bisnis# Pertemuan Minggu ke 12)

Hai Guys kali ini aku ingin sharing pengalaman aku main FIFA Online 3 pas liburan nih. Untuk hari keenam aku bermain game kesayanganku dan hari itu aku senang sekali bisa menang dengan skor telak pada hari itu . Untuk cuplikannya, yuk nonton videonya dibawah ini guys. CEEEEKIIIDOOOT!!!



Gimana tanggapan kalian? Seru tidak matchnya ? Next time bakal ada pengalaman seru lainnya, jadi staytune di blogkuh yaaaak. Jangan lupa subscribe channelkuuh juga. Thank youuu and See youuuu